Event Report: Ngopi Cantik Sambil Ngobrolin Blogger!

By Elisabeth Gultom - 6:07:00 AM

Hi Everyone! Tidak terasa kegiatan #diRumahAja ini sudah berlangsung sebulan lebih. Tanpa tahu kapan ini akan berakhir bukan berarti kita mesti uring-uringan aja kan yah? Yes, meskipun aktifitas terbatas tapi aku kemarin sempet ngikutin ngopi cantik bersama temen-temen Beautiesquad yang diadakan melalui group Whatsapp. Topik yang dibahas juga sexy banget menurut aku, jadi tidak ada alasan aku untuk tidak mengikutinya.

"WHAT DOES BEAUTY BRAND EXPECT WHEN HIRING A BLOGGER"

 Topiknya menarik banget kan? Yes khususnya untuk temen-temen yang berniat atau sedang berjuang dan berusaha menjadi blogger. Siapa sih yang gamau diajak kerjasama dengan brand? Apalagi kalau sampe dibayar. It would be a fun job!

So di ngopi cantik ini ada Mba Erny Kurnia sebagai pembicara yang merupakan sebuah Brand Manager dari sebuah brand Skincare yang sudah tidak asing lagi. So tanpa panjang lebar lagi apa aja sih yang dibahas???

Oke sebelum masuk ke pembahasan, buat para blogger pemula ataupun yang sudah masuk kelas makro pun pasti suka berfikir kenapa ya si A diajak kerjasama sama brand itu tapi aku engga? Padahal sama-sama blogger, sama-sama bikin content. Nah sebelum menyalahkan atau judge diri sendiri atau si blogger A, mungkin kita harus tau dulu objektif sebuah brand mau kerjasama dengan seorang blogger.

  1. Meningkatkan backlink ke official website brand yang efeknya akan membantu untuk mendapatkan lalulintas rujukan dan juga membantu dalam meningkatkan Domain Authority (DA) dari website brand. Peningkatan DA dan PA di website brand akan meningkatkan akan mempengaruhi
  2. Meningkatkan SEO brand di mesin pencari google.
  3. Meningkatkan awareness tentang brand dan produk tertentu yang sedang mereka promosikan.
  4. Memberikan banyak opsi review ke calon customer sehingga secara tidak langsung menunjukkan gimana cara kerja produk di berbagai jenis kulit. Maka dari itu, ada durasi masa pakai skincare mulai dari 2 minggu hingga 4 minggu. Karena idealnya hasil akan nyata terlihat setelah 4 minggu pemakaian.

 Nah itu sebagai tolak ukur juga sih untuk kita para bogger sebenernya. Apakah seandainya sebuah brand mengajak kita kerjasama, kita sebagai blogger bisa membantu mereka mencapai objektif yang mereka cari. Apakah kualitas blog kita sudah mumpuni untuk mebantu menaikan awareness yang mereka cari. 

Untuk mencapai goals tersebut saat bekerja sama dengan blogger, tentu brand jadi punya kriteria khusus. Nah, beberapa hal ini yang perlu diperhatikan juga oleh blogger. Mba Erny Kurnia mengutrakan pengalamannya juga pastinya dalam mencari blogger. Kriteria blogger seperti apa sih yang mereka akan ajak kerjasama. Sejauh ini, dari dua
brand beauty yang pernah beliau handle, ada beberapa kriteria khusus seperti:

  1. Blogger harus punya platform TLD dan DA/PA yang oke. At least 12/20. Kenapa DA/PA penting? Karena percuma kalau kita kerjasama dengan blog non-TLD dan juga DA/PA rendah. Secara simple-nya tujuan brand untuk ningkatin SEO hingga DA website brand akan susah tercapai karena umumnya blog non-TLD tidak terindeks oleh google sebagus blog TLD. begitu pula bila DA/PA-nya rendah
  2. Personal branding si blogger. Oleh karena itu, seorang blogger harus punya personal branding yang kuat. Apa yang dia tampilkan di blog dan social media sebaiknya selaras. Karena brand beauty yang saya handle sangat mengutamakan keamanan produk dan ingin mengedukasi calon customer, maka blogger yang diajak kerjasama pun harus tidak pernah membahas produk abal-abal. Abal-abal ini bukan hanya sekadar untuk beauty product saja, tapi juga tidak menggunakan barang-barang kw lainnya (fashion, sepatu, dll). Jadi memang soal personal branding blogger ini sangat diperhatikan. walaupun kembali lagi, setiap brand biasanya punya kriteria berbeda. Kalau temen2 amati, brand The Body Shop misalnya. Mereka tidak mengajak kerjasama blogger atau vlogger di level micro dan masif. karena kriteria yang mereka pakai itu, ambassador ya harus TOP KOL, Skincare guru, atau TBS Beauty Bae untuk micronya. Tapi, bila kita amati siapapun yang diajak kerjasama punya personal branding yang kelihatan jelas nggak yaudah asal aja gitu
  3. Apakah harus blogger yang cantik dan putih? Tentu jawabannya tidak. Tapi bisa jadi beda brand beda spesifikasi. Kalau di brand yang saya handle, kami mengutamakan blogger harus bisa sharing knowledge tentang produk kami dengan clear ke pembaca. Tentunya dengan menambahkan experience selama pemakaian produk juga
  4. Blogger harus menyertakan visual yang representatif dan clear (kualitas bagus) sebagai pendukung tulisan. Oleh karena itu, tema blog pun menjadi pertimbangan brand karena brand biasanya menyasar kelas tertentu sebagai target marketnya.

Nah untuk point pertama yang diatas mungkin untuk yang masih pemula harus lebih giat lagi dalam membuat konten di blog supaya banyak orang yang mampir ke blog kita dan akhirnya dapat meningkatkan DA/PA blog. Alternatif lain sih sebenernya adalah perbanyak link atau join komunitas yang satu frekuensi saatau interest jadi bisa saling support. Ini penting banget sih menurut ak, karna kalo masih awal-awal ibaratnya siapa sih yang bakal aware sama kita. 

Untuk point selanjutnya aku rasa itu kembali ke pribadi kita masing-masing. Blog seperti apa yang ingin kita buat, itu sesuai kreatifitas dan interest kita aja supaya bisa konsisten dan happy ngerjainya walaupun di awal-awal pasti banyakan duka nya dari pada sukanya seperti sedikit pembaca. Dont worry, i was there :)
Apakah blogger harus kuat di social media untuk diajak kerjasama oleh brand?


Kuat secara branding, tapi tidak harus selebgram. Karena goalsnya nanti akan berbeda lagi. Untuk itu, blogger sebaiknya juga menggarap social medianya dengan serius dan mempertajam personal brandingnya. Jadi sebagai blogger juga kamu punya banyak chance untuk ketemu sama brand di berbagai platform. Dan keaktifanmu tersebut akan membuat brand ngeh atau bisa jadi kamu malah jadi top of mind.
 
Selain itu, melihat tren beberapa waktu terakhir blogger sepertinya kalah pamor dengan vlogger. Sebenernya nih apakah tren brand ngajakin kerjasama dengan blogger akan mati seiring tumbuhnya vlogger? 

Sebagai orang yang bekerja di brand, jawaban Mba Erny tidak. Karena beda platform tentu beda tujuan dan potensial customer itu jenisnya macem-macem sehingga tidak pernah menutup kemungkinan kalau blogger akan tidak dibutuhkan karena adanya vlogger. Maka dari itu, blogger tetap dibutuhkan. Hanya saja, kembali lagi ke brandnya. Saya harus mengakui kalau nggak semua PIC yang handle kerjasama dengan blogger itu benar-benar paham apa yang brand butuhkan. Dalam kasus saya sendiri, pernah suatu ketika ada yang tanya dari internal kenapa sih masih pakai blogger, kan tren udah ke ranah lain? Iya, mungkin tren ke ranah lain, tapi kembali lagi ke poin awal yang saya sampaikan tadi. Ada goals untuk nguatin brand value di halaman google. dan nggak jarang, efeknya itu jangka panjang. Karena banyak menghiasi halaman search engine, eh jadi ada klien untuk jadi partner jualan kami. Jadikan kan nggak cuma dari SEO menguntungkannya, tapi juga dari sisi brand awareness, brand value, bahkan ke tingkat sales.

Jadi buat para blogger yang ngerasa sudah tesaingi dengan kehadiran para vlogger, jangan berkecil hati. Mba Erny sudah menjelaskan belum tentu. Walaupun tidak ada yang melarang para blogger untuk mengikuti trend dengan menjadi vloger juga. Aku pribadi pun turut kok, tapi dunia blog tidak aku tinggalkan. Bagi aku menulis di blog karya yang paling esential dan abadi dari jaman masehi kuno. Jadi orang-orang terpilih saja yang pada akhirnya masih bertahan di dunia blog.

Oke move to the most important things, yang harus dicatat kalau bisa diresapi untuk kalian para blogger yang sangat menginginkan kerjasama dengan brand. 
Apa ekspektasi brand saat kerjasama dengan blogger?

  1. Blogger bisa menjadi ambassador dari brand untuk menyampaikan informasi terkait produ yang disepakati. Bila ranahnya makeup, maka lewat tulisannya bisa mengemukakan review secara clear meliputi deskripsi produk, ingredients, feel saat digunakan, hingga plus minusnya. (Walaupun nggak semua brand bersedia bila ada poin minus disampaikan.) Sedangkan untuk skincare, bisa memberikan penjelasan detil tentang produk terutama bila digunakan pada
    kondisi kulit seperti blogger terkait. Itulah kenapa unsur personal itu penting banget dimasukkan dalam review.
  2. Terjalin simbiosis mutualisme karena baik brand dan blogger sama-sama punya kepentingan di sini, sehingga harapannya bisa bekerjasama dengan sama-sama profesional.
  3. Membantu brand meningkatkan brand value dan branding position. Berkaitan dengan branding position, ini erat juga kaitannya dengan personal branding dari blogger atau ini mengacu ke kriterian blogger yang diajak kerjasama.
Again and again, sebagai seorang blogger aku terus menginstropeksi blog pribadi aku setiap bulan. Mulai dari konten yang aku buat, konsistensi, kualitas dan traffic. Traffic itu penting banget, karna biasanya sebelum brand ingin mengajak kerjasama pasti mereka ingin tahu traffic blog kita minimal satu bulan terakhir. Jadi tidak jarang aku share konten yang aku buat di sosial media yang aku punya,  baik Instagram ataupun facebook. It really helps.
So, kalo misalnya sebuah beauty brand tidak mengajak kita bukan berarti kita tidak bagus, mungkin kita tidak masuk kriteria spesifik mereka seperti misalnya mereka mencari blogger yang kulitnya berminyak sedangkan kulit kita kering. As simple as that :)
Oh ya social media juga tadi aku sempet bahas itu penting buat sharing. Cuman bukan berarti punya followers banyak kok! (SSttt, banyak brand-brand yang bisa tau loh kita beli atau engga. Jadi it's not guarentee). Hal terpenting adalah kualitas sosial media kita. Apakah konten yang kita buat dan brandingnya sudah spesifik atau belum.
Hal paling penting lainnya ialah blogger bisa menjadi kepanjangan tangan dari
brand untuk menyampaikan produk, terjadi simbiosis mutualisme, serta membantu brand
meningkatkan brand value.
Nah itu dia hasil ngopi cantik aku kemaren sabtu sama temen-temen Beautiesquad tentunya dengan pembicara yang keren banget yaitu Mba Erny Kurnina. Berfaedah banget kan??? So, semangat buat temen-temen blogger ! Apalagi di situasi seperti ini, justru kita bisa semakin produktif di Rumah buat konten yang berkualitas.
Thanks for read my blog!

See you at my next post

  • Share:

You Might Also Like

0 comments