My Acne Story (Part 2) !! Mukaku "Hampir" Bersih !!

By Elisabeth Gultom - 3:52:00 AM


Straight to the point, sejujurnya agak lelah ngomongin masalah jerawat. Untuk aku pribadi, masalah ini belum terpecahkan dari semenjak SMA-Kuliah sampai sekarang udah cari duit sendiri. Well, sekarang aku akan share sedikit perjalanan my acne story dari tahun 2019 sampai awal 2020.

Loh kenapa cuma 2 tahun terakhir? Mungkin kalian belum mengenal aku lebih jauh. ehehe. Aku udah curcol tentang My Acne Story sedari kuliah-lulus di Channel Youtube aku ! Silahkan ditonton dulu dan di subscribe juga ya :p
So, i suggest you guys tonton dulu video aku ini sebelum lanjut.

 Sebenernya kalau dibandingin sama kasus jerawat diluar sana yg parah banget jerawat aku ini terbilang gak parah-parah banget sih (thanks God) seperti yang full satu muka. Hanya saja untuk wanita, ini adalah masalah yang paling menyebalkan. Mengganggu penampilan dan pastinya relate ke self confidence. (Eh tp ke aku yg kadang urat malunya putus gak ngaruh juga)

Nah melanjuti acne story aku yang terakhir, aku kembali mencoba perawatan dan obat dari dokter lagi yang berbeda. Mungkin aku tidak akan sebut sekarang (gak tau nanti) cuma klinik ini plusnya deket dengan rumah aku dan direkomendasikan oleh orang deket aku (lagi dan lagi). 

Di blog aku kali ini, aku tidak akan menyuguhkan tulisan yang fana. Aku akan menunjukan update dan progress kondisi wajah aku selama tahun 2019. Jadi kalian yang membaca blog aku, bisa ikut merasakan apa yang aku rasakan. Khususnya kalian yg sedang mengalami stress karna acne, Hey! You're not alone!

17 APRIL 2019 


Januari aku sudah putus hubungan dengan dokter kulit. Aku lelah dan mau mencoba untuk perawatan alami. Namun hasil kesoktauanku tidak memberikan hasil signifikan yang aku harapkan. Seperti yang kalian lihat, diawal tahun 2019 khusunya bulan April wajah aku kembali merah-merah khususnya di daerah rahang. Sudah dipastikan jerawat yang menghantui aku ini tipe jerawat hormon (hormonal acne). Ngomongin tentang hormonal acne mungkin kalian bisa googling sendiri yah atau (again) tonton video Youtube aku yang bahas tentang HORMONAL ACNE !

 Lucky me, kadang bisa ditutup sih sama rambut panjang nan indah ku yang sering terurai ini. Sayangnya, it's killing me softly. Menyembunyikan sesaat, merugikan kedepannya. Why? Karna rambut kita itu kan kotor, jika menyentuh wajah secara langsung maka akan menyebabkan kuman dan bakteri berkembang dan menyebabkan timbulnya jerawat baru. Sojangan ditiru ya!! Hindari kontak langsung rambut dengan wajah. KUNCIR!! Kalo lagi pengen centil boleh deh sekali-sekali di urai.

Oke sebelum aku mulai ceritanya, aku akan tunjukin keadaan muka aku sebelum dibawah penangan dokter dan treatment dari klinik aku yang baru di tahun 2019.

18 APRIL 2019

 
19 APRIL 2019
 
 
Nah aku sengaja kasih update progress selang satu hari aja. This is just remind, supaya kita semua lebih aware dan sabar lagi kalau kalo emang kita udah usaha pasti ada progress kok (even small things). Walaupun memang ya untuk kontrol jerawat supaya tidak muncul lagi, kita harus riset, banyak cobain sesatu (tapi harus dari sumber yang terpercaya) dan banyak nonton atau baca jurnal yang sumbernya jelas. Bukannya gaboleh sih nontonin selebgram favorit kalian, tapi jangan ditelan mentah2. Cari tau lagi kebenarannya. Tetep semangat aja. Pasti ada obatnya kok. This is just temporary. So, Apa kalian bisa liat perubahan dari tgl 18 April 2019 ke 19 April 2019 

4 MEI 2019


Foto tanggal 4 Mei 2019 ini update terakhir aku tanpa campur tangan dari dokter kulit sama sekali. Bahkan skincare pun ala kadarnya. Bukan yang intense aku pakai. Jadi jujur aku sendiri lupa pakai apa aja waktu itu. Se-inget aku sih waktu itu lebih sering maskeran dan pake pelembab aja. Foto itu ada 2 bagian, atas dan bawah. Pengambilan di hari yang sama cuma beda tempat dan lighting jadi berefek ke clear hasilnya.

Sebelum aku share foto progress aku saat start ke dokter yang baru, aku mau sedikit menyimpulkan dulu nih. Jadi untuk tipe jerawat seperti aku, hormonal acne nampaknya akan sulit untuk berjuang sendiri tanpa bantuan expert. Bukan berarti gabisa yaaaa. Bisa kalian lihat sendiri progressnya dalam hitungan sebulan tidak ada perubahan yang signifikan ! Waktu itu yang aku inget, aku sudah mulai stress dan putus asa. Iya tausih, kondisi itu akan semakin memperburuk keadaan kulit aku. Jadi dari pada aku makin sok tau dan bertahan tanpa kepastian (cewek2 paham bgt kondisi seperti ini) aku harus take decision dan akhirnya kembali lagi mempercayakan kulit aku ke dokter.

Di klinik kecantikan yang aku datengin di awal tahun 2019 ini, aku cukup merasa nyaman dengan 2 dokter yang pernah aku temui. Sebut saja dokter A dan dokter B.Oh ya jadi ini klinik ternama yang memiliki banyak dokter untuk menangani pasiennya. Jadi tiap hari akan ada jadwal dokter praktek yang berbeda. Masing-masing dokter sudah ada jadwalnya kok, jadi tinggal atur jadwal kita aja.

17 JUNI 2019


Ini kondisi wajah aku saat hari pertama konsul. Sesungguhnya kalau dilihat dari depan tidak se-menyeramkan itu kok. Cuma kalau dari samping, as you can see? Males banget kan. Ya jangankan orang, aku sendiri aja sempet males liatnya. Males ngaca. Males liat muka sendiri deh sangking ga beres-beres si jerawat ini. Then suddenly i realized, i feel so blessed til now

Nah setelah konsultasi sama dokter A, beliau cek keadaan kulit dan suggest untuk jaga pola makan dan lifestyle. Ini bener banget. What you eat, akan relate ke keadaan kulit. Walaupun sebenernya untuk jerawat hormon menurut aku ini tidak begitu berpengaruh. Masih banyak faktor lain yang berpengaruh, salah satunya obat dan treatment.

Minggu pertama aku memang benar-benar jaga banget pola makan. Semua serba direbus. Menghindari minyak (sesekali cheating sih) apalagi makanan pedes. Hasilnya, berat badan aku cukup turun. Padahal dari awal aku sudah terlahir cukup mini dengan berat badan 47 dan tinggi 160cm. Seinget aku waktu itu berat badan aku pernah ada di under 45kg. Can you imagine?  Aku sendiri aja gak bergairah liat badanku sendiri waktu itu, apalagi pria-pria diluar sana coba. Heheh. 

Sayangnya aku tidak punya atau mungkin lupa mendokumentasikan hasil dari diet (sok) bersih aku itu. Percayalah itu tidak berlangsung lama teman-teman. Waktu itu masih tinggal di rumah orang tua jg, jadi mau gak mau makanan yg dimasakin harus dimakan. Which issss ya u know lah lidah orang sumatra gak jauh dari sambel dan minyak-minyak. Efek yang ditimbulkan ke kondisi wajah aku pun, tidak ada progress yang begitu berarti.

Sebelum aku lebih mendalami mengenai ingredients, aku pakai semua obat dan krim yang dikasih oleh dokterku. Dimana beberapa obatnya packgaingnya bewarna putih dengan sticker tulisan nama obat tanpa ada kandungan tertulis. Jadi ya karna saat itu aku udah half hopeless apapun yang doktter bilang aku pakai.

How the progress? 

1 AGUSTUS 2019



 Gimana?
Amazing ya? Ya lumayan lah kalo dibanding hari pertama.
Jujur pas aku ada di posisi 1 Agustus 2019 tahun lalu, gak semenyangka ini hasilnya seperti ini. Secara tiap hari ngeliatin muka sendiri. Jadi gak begitu aware progressnya kalau seperti ini. So, buat kalian yang sedang perawatan/treatment jangan lupa di dokumentasikan ya supaya aware dan tau progressnya.

Di situasi ini aku jarang makeup. Lebih sering di rumah memang untuk daily. Sesekali aja keluar. Tidak pake skincare aneh-aneh dari luar kecuali sunscreen. Lifestyle aku usahain tidur maksimal paling malem jam 12, tapi kalau bisa jam 10 or 11 udah tidur. Kecuali untuk hal makanan aku kurang bisa diatur. 

SEP - OKT 2019




Itu update wajah aku dari bulan September sampai November. Jadi kalau yang gapercaya jerawat itu ada masanya sekarang bisa percaya kan? Atau yang belum pernah liat mukaku bersih, coba dilihat baik-baik kalo bisa jangan kedip di foto aku di bulan Oktober 15. Ya memang belum "sempurna" kaya bintang kejora. Cuma bisa dibandingkan lah sama foto-foto aku di awal tahun 2019. Apalagi kalau dilihat dari depan. Makanya aku gak kasih foto tampak depan karna my imperfection ada di daerah yang cukup tersembunyi. Lagi lagi, aku bersyukur :)

Trus itu kenapa November banyak lagi? Ya sebenernya aku juga tidak tahu pasti. Itu kuasa sang ilahi saudara saudariku terkasih. Hal yang aku ingat, dimasa-masa itu aku lagi menikmati "Tour Sumatera" ku. Aku lagi menikmati keindahan pulau Sumatera. Bahkan dalam seminggu aku bisa mengunjungi 2 provinsi sekaligus. Ga nyangka banget pokoknya. Kalau mesti inget-inget masa itu di masa pandemi corona seperti sekarang, lagi lagi aku bersyukur banget masih dikasih waktu dan kesempatan menginjakan kakiku agak jauh. Sebelum aku harus stay dirumah seperti sekarang ini almost 2 months.

Di bulan Desember sayangnya aku lupa mendokumentasikan wajah bare face aku yang proper. Sangking "terlalu bahagia" menikmati keindahan alam. HAHA. Sejauh mata memandang tidak jauh lebih baik dari kondisi November 2019 sih. 

Awal Januari, aku masih rajin kontrol dan konsultasi ke dokter kulit aku. Diawal bulan pun aku melakukan first facial aku, karna aku takut banget facial. Beberapa kali aku ke dokter kulit, tidak ada satupun dokter yang menyarankan facial. Apalagi melihat kondisi wajahku yang gampang scars. Berbeda dengan dokter aku yg ini, dy sangat amat menyarankan aku facial dari awal cuma baru di awal Januari aku mengiyakannya.

 
Long story short, bulan Februari keadaan wajah aku semakin parah. Parahnya jerawat hormonal acne aku yang sudah sempat hilang di bulan Oktober-November 2019 muncul lagi. Lebih mengecewakannya after facial, beruntusan di jidat aku semakin banyak.

Relate ke masalah ingredients, aku coba cari tahu dari ahlinya via youtube, jurnal dan baca buku-buku luar. Intinya aku cari sumber yang terpercaya, mungkin ada yang salah dengan kandungan obat aku ini. Mungkin ya. Aku juga gak tau. Soalnya di kemasannya tidak tertulis kandungannya. Saat aku tanya ke dokter aku, beliau tidak memberikan jawaban yang aku harapkan. Ini juga jadi salah satu penyebab aku illfeel dan mau stop sm dokter aku waktu itu.

Hmm, aku tidak sepenuhnya menyalahkan dokter kulit aku sih. Cuma entah kenapa semakin kesini aku ngerasa obat yang aku pakai sudah tidak bekerja dengan baik di kulit aku. Jadi ibaratnya mentok disitu aja. Ya memang progress membaik sempet ada, tapi kita sebagai pasien pasti kan mau hasil yang terbaik dong. Secara kita udah spend money juga. 

Akhirnya aku memutuskan untuk stop pelan-pelan dokter kulit aku ini dengan menghabiskan satu persatu obat yang aku pakai. Bad news, apa yang ditakutkan serta issue banyak orang happened to me. Keadaan semakin memburuk. Jerawat di rahang mulai bermunculan bahkan di daerah pipi, pelipis dan dagu.

Baik itulah My Acne Story di tahun 2019 kemarin. Aku sudahin saja ya, karna ternyata sudah terlalu panjang. Cerita perjerawatanku di tahun 2020 nanti akan aku sambung lagi di next post. Jadi cekidot! Kalau gak sabar bisa temenan dulu sama aku di Instagram @Elisabethgultom biar lebih ikrib gitu :p

Buat yang sedang fight ataupun mengalami permasalahan yang sama seperti aku, cinih peyuk duyu! You're not alone!

(ini bonus foto aku ditahun 2020 as a teaser)
Akan ada banyak cerita dan progress yang SIGNIFIKAN yang bikin kalian terkezut.


Thanks for read my blog!
See you at my next post

  • Share:

You Might Also Like

0 comments